PELATIHAN PEMBUATAN ROTI BUN DI KAMPUNG BALIREJO

Roti adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi tepung terigu dengan ragi atau bahan pengembang lainnya kemudian di panggang. Pada awalnya, roti dibuat dari bahan yang sederhana dengan cara pembuatan yang sederhana pula. Caranya roti dibuat dari gandum yang digiling menjadi terigu murni dan dicampur air, kemudian dibakar di atas batu panas atau oven. Dengan berkembangnya teknologi tercipta roti yang lebih bervariasi baik dari segi ukuran, penampilan, bentuk, tekstur, rasa, dan bahan pengisinya karena adanya pengaruh terhadap perkembangan pembuatan roti yang meliputi aspek bahan baku, proses pencampuran, dan metode pengembangan adonan. Roti yang dapat mengembang pertama kali ditemukan di Mesir secara tidak sengaja yaitu adonan yang belum sempat dipanggang tertutup oleh mikroorganisme dan setelah dipanggang hasilnya mekar dan teksturnya empuk atau lunak serta mempunyai flavor yang khas. Kini roti sangat bervariasi dan telah mengalami perkembangan diantaranya dari jenis-jenis roti, roti dengan berbagai macam rasa dan bentuk serta teknik pengolahan pembuatan roti yang bermacam macam seperti straight dough, sponge and dough, no time dough. Berbagai teknik pengolahan pembuatan roti ini menghasilkan berbagai variasi roti yang mempunyai tekstur beragam.

Industri makanan dan minuman merupakan penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga peranannya masih perlu ditingkatkan dalam membantu pertumbuhan ekonomi dengan cara melihat masalah apa saja yang sedang dihadapi oleh pemilik industri makanan dan minuman yang ada di Indonesia. Seiring perkembangan bisnis yang disertai persaingan yang begitu ketat, menimbulkan beberapa masalah diantaranya keterbatasan sumber daya yang digunakan yang menyebabkan pelaku industri kecil berusaha keras untuk bertahan dalam persaingan pasar. Untuk mengatasi hal seperti ini pemilik usaha harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efesien dalam mencapai keuntungan maksimal. Peranan industri makanan dan minuman ini dapat dilihat dengan banyaknya industri yang berkembang baik industri yang berskala kecil maupun berskala besar. Salah satu industri makanan yang tetap ramai dan berkembang sampai saat ini adalah industri makanan roti. Gaya hidup masyarakat yang lebih memilih makanan instan menyebabkan roti banyak digemari oleh konsumen. Usaha roti diberbagai daerah umumnya dikelola oleh industri rumah tangga (home industry). Home industry adalah perusahaan yang masih menggunakan tenaga rumahan tetapi mempunyai keuletan tersendiri untuk tetap bertahan di pasaran. Semua pebisnis yang tidak memiliki modal besar pasti mengalami pekerjaan sebagai home industry, dimana untuk bisa bersaing dengan perusahaan besar maka ia harus benar-benar memutar otak, membuat konsep yang menarik, dan dituntut untuk senantiasa kreatif dengan sumberdaya seadanya. Usaha dalam bidang kuliner seperti produksi roti dan kue merupakan salah satu alternatif dalam usaha rumahan yang banyak dilakukan oleh masyarakat, oleh karena itu, usaha produksi roti dan kue memiliki masa depan yang baik karena roti dan kue banyak dikonumsi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk membangun sebuah pabrik roti kelas kecil (usaha rumah tangga) ada 4 poin penting yang harus dilakukan, yaitu penentuan jenis roti yang akan diproduksi, pembuatan tempat produksi yang memenuhi standar kesehatan, peralatan produksi higienis, dan jangkauan atau target pemasaran. Salah satu jenis roti yang popular dan mendapat tempat di hati masyarakat adalah roti bun. Roti bun yang cukup terkenal adalah roti bun dengan merk “Roti O”, hingga terjadi salah kaprah di masyarakat yang menyebut roti bun dengan nama Roti O.

Sadar akan peluang yang ada, BLKPP DIY menyelenggarakan perlatihan pembuatan roti bun di Kampung Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Perlatihan tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Mei 2024. Bertempat di Pendopo RW 08, pelatihan ini diikuti oleh 10 orang peserta dengan 1 orang instruktur. Para peserta pelatihan diajarkan cara memproduksi roti bun dengan bahan yang sehat, peralatan yang higienis serta cara pemasaran yang proaktif.