PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK UNTUK ECO ENZYME

Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan manusia yang berwujud padat (baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat terurai maupun tidak terurai) dan dianggap sudah tidak berguna lagi (sehingga dibuang ke lingkungan). Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak kota di seluruh dunia. Semakin tinggi jumlah penduduk dan aktivitasnya, membuat volume sampah terus meningkat. Akibatnya, untuk mengatasi sampah diperlukan biaya yang tidak sedikit dan lahan yang semakin luas. Disamping itu, tentu saja sampah membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa-sisa kebutuhan rumah tangga atau sisa-sisa bagian makhluk hidup yang bisa didaurulang (recycling) menjadi bentuk lain, yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi umat manusia. Sampah organik ini, bila dibuang begitu saja atau tidak mendapat penanganan lebih lanjut, oleh ahli-ahli kimia di negara yang sudah maju sering dikenal dengan istilah “menghambur-hamburkan uang”. Hal ini disebabkan oleh, sampah organik bila mendapat penanganan yang benar dan tepat akan dapat mendatangkan keuntungan yang berlimpah bagi pengelolanya. Salah satu hasil dari pengolahan limbah organik adalah eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran. Hasil dari pengolahan limbah berupa Eco enzyme ini memiliki daya guna yang bervariasi salah satunya adalah cairan pembersih lantai, pembersih pakaian, pembersih piring, pembersih kloset, pemurni udara di rumah ,dan lain sebagainya. Prinsip proses pembuatan eco enzyme sebenarnya mirip proses pembuatan kompos, namun ditambah air sebagai media pertumbuhan sehingga produk akhir yang diperoleh berupa cairan yang lebih disukai karena lebih mudah digunakan. Keistimewaan eco enzyme ini adalah tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi seperti pada pembuatan kompos, bahkan produk ini tidak memerlukan bak komposter dengan spesifikasi tertentu. Botol-botol bekas air mineral maupun bekas produk lain yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan kebali sebagai tangka fermentasi. Hal ini juga mendukung konsep reuse dalam menyelamatkan lingkungan. Eco enzyme memiliki banyak manfaat seperti dapat digunakan sebagai growth factor tanaman, campuran deterjen pembersih lantai, pembersih sisa pestisida, pembersih kerak dan penurunan suhu radiator mobil.

Menyadari potensi yang diperoleh dari pengolahan sampah organik tersebut, Kelurahan Muja Muju menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik Untuk Eco Enzym. Pelatihan tersebut diselenggarakan pada hari Senin tanggal 10 Juni 2024 mulai pukul 15.00 WIB di Ruang Rapat Shinta Kelurahan Muja Muju. Mengundang narasumber dari Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta, pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta. Pelatihan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.